Pemerintah Kabupaten Boyolali · Kecamatan WonosamodroKamis, 17 September 2026 · Kantor buka 08.00–15.00
Pendidikan

Mahasiswa KKN Undip Ajarkan Literasi Keuangan Sejak Dini Melalui Konsep Keinginan vs Kebutuhan

Ditulis oleh Admin Sekretariat · 18 Agustus 2026 · 7 dibaca
Bagikan
Foto: Mahasiswa KKN Undip Ajarkan Literasi Keuangan Sejak Dini Melalui Konsep Keinginan vs Kebutuhan

GARANGAN, 22 Juli 2026Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro sukses menyelenggarakan program edukasi “Literasi Kebutuhan Anak (Keinginan vs Kebutuhan)” yang ditujukan bagi anak-anak usia sekolah di Desa Garangan, Kecamatan Wonosamodro, Kabupaten Boyolali. Kegiatan ini merupakan bentuk sosialisasi literasi keuangan dasar guna mengenalkan konsep skala prioritas belanja sejak dini kepada anak-anak.

Pemahaman finansial pada anak seringkali belum terbentuk sempurna, sehingga uang saku kerap dihabiskan untuk hal-hal yang bersifat konsumtif semata tanpa perencanaan. Merespons kondisi tersebut, program ini hadir untuk menanamkan pemahaman dasar mengenai nilai uang dan melatih anak-anak agar mampu membedakan antara barang yang menjadi kebutuhan utama dengan barang yang sekadar keinginan sesaat.

Penanggung jawab program dari Program Studi Akuntansi Perpajakan Sekolah Vokasi Undip, Farhan Lucki Ardiansyah, menjelaskan bahwa edukasi literasi keuangan pada anak harus dikemas melalui metode yang menyenangkan dan mudah dipahami.

“Kami menyadari bahwa konsep keuangan bisa jadi membosankan bagi anak-anak. Oleh karena itu, kami ingin mereka sadar bahwa tidak semua yang mereka inginkan harus langsung dibeli. Melalui simulasi dan edukasi interaktif ini, mereka lebih mudah memahami konsep skala prioritas dan mulai berlatih mengendalikan pengeluaran uang saku,” jelas Farhan di sela-sela kegiatan pendampingan.

Pelaksanaan kegiatan tidak hanya berupa penyampaian materi satu arah, tetapi juga mengarahkan jalannya permainan edukasi skala prioritas belanja. Anak-anak diajak untuk mengategorikan berbagai barang ke dalam kelompok 'Kebutuhan' atau 'Keinginan', sehingga mereka dapat berlatih secara langsung dalam mengambil keputusan finansial sederhana dan memahami pentingnya memprioritaskan kebutuhan.

Kepala Desa Garangan, Bapak Jamroji, turut memberikan apresiasi atas program yang mendukung pendidikan karakter generasi muda di desanya.

“Pendidikan karakter dan literasi sejak dini seperti ini sangat bermanfaat agar anak-anak kami tumbuh menjadi generasi yang bijak mengelola keuangan. Pemahaman sederhana mengenai perbedaan keinginan dan kebutuhan tentu akan menjadi bekal penting bagi masa depan mereka,” tuturnya.

Kegiatan sosialisasi ini ditutup dengan evaluasi ringan bersama anak-anak, pembagian hadiah kecil bagi peserta yang paling antusias berpartisipasi, serta diakhiri dengan sesi foto bersama.

Berita terkaitSemua berita →
Mahasiswa KKN Undip Ajarkan Literasi Keuangan Sejak Dini Melalui Konsep Keinginan vs Kebutuhan Desa Garangan